English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Showing posts with label Sinopsis. Show all posts
Showing posts with label Sinopsis. Show all posts

Sunday, 13 October 2013

Dongeng Patah Hati

Dongeng Patah Hati

Dia tidak mencintaimu lagi. 
Hatimu terbelah dua ketika dia memutuskan untuk mendua. 
Tak ada lagi yang bisa kau lakukan. 
Semuanya berakhir, semuanya sia-sia.

Dia tidak mencintaimu lagi.
Dan kau menangis saat mengucapkan selamat tinggal.
Seketika itu juga tubuhmu terasa menggigil.
Kedinginan karena telanjur terbiasa dengan hangat pelukannya.


READ MORE - Dongeng Patah Hati

Friday, 7 June 2013

Promises, Promises

Promises
Setelah bertahun-tahun lamanya, takdir mempertemukan kau dan aku lagi. Berdiri, berhadap-hadapan, dan sama-sama bingung memulai percakapan. Harusnya “Apa kabar?” dan “Aku selalu memikirkanmu” bisa dengan mudah meluncur dari bibir kita. Tapi, kau bergeming di tempatmu berdiri dan aku tak akan mengizinkan kau melihatku meneteskan air mata rindu. Aku menutup rapat-rapat hati dan menyembunyikan kuncinya sejauh mungkin darimu. Tak ingin kau menyentuhku semudah itu. Tak akan membiarkanmu memelukku seerat dulu.

Kulawan semua godaan yang menghampiriku dan ingin pergi jauh-jauh darimu... meskipun yang kulakukan justru berusaha menahanmu di sisiku lebih lama lagi. Kukatakan sudah berhenti memikirkanmu—tetapi aku sendiri ragu akan hal itu.

Aku benci tak jujur kepadamu. Namun, lebih khawatir kau akan membuatku jatuh cinta lagi untuk kedua kali.

Membuatku jatuh dan terluka lagi....


READ MORE - Promises, Promises

Thursday, 23 May 2013

Hujan Punya Cerita Tentang Kita

hujan

Jatuh cinta kepadamu begitu menyenangkan,
seperti meringkuk dalam selimut hangat pada malam yang hujan.
Seperti menemukan keping terakhir puzzle yang sedang kau susun.
Cinta ini sudah berada tepat di tempat yang seharusnya, di ruang hatimu dan hatiku.

Namun, mengapa resah justru yang merajai kita?
Padahal, katanya cinta sanggup menjaga.
Aku ingin kau tahu, diam-diam, aku selalu menitipkan harapan yang sama 
ke dalam beribu-ribu rintik hujan:
aku ingin hari depanku selalu bersamamu.

Aku mencintaimu. Selalu.
Dan, mereka tak peru tahu


READ MORE - Hujan Punya Cerita Tentang Kita

Hatimu, Cinta yang selalu meragu

hatimu

Aku tak berharap akan berpisah denganmu dengan cara seperti ini. Tapi tekadku begitu tegas dan bahkan aku sendiri tak bisa menyangsikannya.

Bukan, bukannya aku ingin melupakanmu. Bagaimana mungkin, kau adalah yang terbaik dalam hidupku. Kau yang menyunggingkan senyum di wajahku, kau juga yang menghapus air mata dari kedua pipiku.

Tapi aku tak bisa lebih lama lagi bersamamu—karena aku mencintaimu. Aku mengharapkanmu sejak lama, menunggu dengan sabar, tetapi kau seperti bintang di malam kelabu.

Kau tak pernah datang untukku....


READ MORE - Hatimu, Cinta yang selalu meragu

Saturday, 18 May 2013

Menunggu, Menantimu di Hatiku

Menunggu
Aku sedang merindukanmu, apakah kau tahu itu? Saat bulan penuh di atas kepala, aku menggantungkan doa untukmu di antara bintang-bintang. Semoga suatu saat hatimu akan menoleh kepadaku, menyadari bahwa akulah akhir dari penantianmu.

Aku ingin memelukmu, meraihmu, dan menyembunyikanmu dalam dekapanku. Aku tak akan melepasmu pergi, aku janjikan itu padamu. Dan kesabaranku kian menipis seperti batu yang terus-terusan digerus air. Aku sudah menunggu terlalu lama, nyerinya semakin lama kian terasa nyata.

Aku mencintaimu... karenanya aku selalu merindukanmu. Namun, seperti pertanyaan yang kubisikkan pada rembulan malam itu: apakah kau juga sedang merindukanku?

========================================================================
MENUNGGU adalah Gagas Duet, novella dari dua penulis kebanggaan GagasMedia: Dahlian dan Robin Wijaya. Keduanya mempersembahkan dua cerita cinta yang menanti cukup lama sampai akhirnya mendapat pengakuannya.


READ MORE - Menunggu, Menantimu di Hatiku

Saturday, 11 May 2013

Believe, Karena Cinta Aku Percaya



"Kalau bagimu merindukanku adalah hal yang berat, harusnya kau mencoba bagaimana caraku merindukanmu. Kau adalah matahari yang menghangatkan pagiku, dan bulan yang menerangi selama tidur malamku. Tak bosan aku merapalmu dalam doa-doaku, berusaha mengetuk hati Tuhan supaya berbaik hati mengirimkanmu untukku.

Tak perlulah kamu tahu berapa banyak air mata yang membasahi bantal saat khayalku terbawa dalam kenangan tentangmu. Dan, aku pun tak ingin kamu ikut sedih ketika tahu betapa dinginnya hari-hari tanpa senyummu....

Jadi, beri tahu aku, kapan kau akan kembali?Atau, haruskah aku lagi-lagi mengganggu Tuhan sampai Dia mengabulkan permintaanku? "

Novel by Morra Quatro

READ MORE - Believe, Karena Cinta Aku Percaya
Prev home