English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Showing posts with label Kiriman. Show all posts
Showing posts with label Kiriman. Show all posts

Monday, 21 October 2013

Undangan ke Pemakaman is Coming Soon


Patah Hati

Mempersiapkan pemakaman hati yang telah lama digerogoti.
Dalam diam mendengar desah napas melemah.
Berjuang tak kenal ia lelah.
Pun takdirnya memilih untuk kalah.
Bukan dia tak tahu pilihannya.
Bukan dia tak paham jalan yang ditapakinya.
Hanya demi segenggam momen bahagia, ikhlas ia mati muda.
Kalau nanti jadi masuk surga,
ia bisa bercerita pada malaikat surga dunia yang ia punya.
Kalau nanti malah masuk neraka,
puaslah ia sudah cicipi surga dunia.
Kenapalah bersama harus begini beratnya?
Kenapalah ia tak memilih jalan lapang dan mudah?
Napas hati tinggal satu-satu.
Bibirnya membiru.
Ia memilih pernah berdua lalu mati.
Di tangan pilihannya sendiri.
Karena tak semua orang penggemar kebahagiaan kekal,
dan beberapa mungkin memilih kesedihan abadi.

READ MORE - Undangan ke Pemakaman is Coming Soon

Wednesday, 24 July 2013

Surat kecil untuk Ayah

Kau nahkoda, kau pilot, bahkan kau pun masinis
Tetap tersenyum manis ketika aku meminta jatah lauk mu, dulu
Tetap tersenyum manis ketika aku menaiki punggung mu untuk kesenangan ku, dulu
Tetap tersenyum manis ketika menarik selimut dari mu, dulu
Tetap tersenyum manis ketika menahan kantuk hanya untuk menemani malam ku, dulu


Yah,

Kini aku telah dewasa, mengerti akan haru nya perjalanan
Kini aku telah dewasa, mengerti akan susahnya bertahan
Kini aku telah dewasa
Mengerti akan arti kerut di wajah mu
Mengerti akan arti kuat bahu mu
Mengerti akan arti peluh keringat mu
Kau yang pertama marah, ketika aku salah
Sekarang ku sadar, itu yang membuat ku benar
Kau yang pertama memberi nasihat, agar aku tetap kuat
Sekarang ku tau, itu pula yang membuat ku hebat

Yah,
Kasih mu hebat, tak kenal syarat
Cinta mu tak kenal masa
Sayang mu tak berbayang, ada dan nyata, bukan fatamorgana seperti cinta anak muda
Yah,
Kini aku telah dewasa, siapa aku sekarang, tak lepas dari ajaran dan didikan mu semasa hidup ku
Yah,
Kau hebat, walaupun terkadang ucapan mu menyanyat. Aku tau itu untuk membuat ku kuat

Yah, Kini aku telah dewasa
Maaf kan aku, yang sering membantah mu
Yang sering tak pedulikan kata – kata mu
Maaf kan aku atas segala perbuatan ku yang sering menyanyat hati mu

Yah, kini aku telah dewasa
Berusaha mengejar cita – cita, sesuai impian mu agar aku menjadi anak yang berguna
Berusaha mengejar cita – cita, untuk membuat mu bahagia melihat anak mu sukses nantinya
Terima kasih, Yah…
Hanya ucapan terima kasih yang sekarang mampu ku beri
Tapi, nanti….sesuai janji ku, Yah
Sesuai impian mu, aku mengejar cita – cita, agar menjadi anak yang berguna
Sekali lagi, Terima kasih Yah

Dalam nafas ku, selalu teriring doa untuk mu
Aku sayang Ayah...

Anak mu,


By.Anonim

READ MORE - Surat kecil untuk Ayah

Friday, 12 July 2013

Maaf

Maaf

Gradasi angan memudar dalam bayang
Bersentuhan dalam angan
Tinggi tak berujung
Tepi tak berbatas

Semua dalam bayang
Nyata tapi tak ada
Terlihat tapi tak tersentuh

Terkadang samar
Terkadang begitu jelas

Senyum mu yang indah
Sayang hanya dalam bayang
Cinta mu yang tulus
Sayang hanya dalam angan

Menjadi satu (hanya) dalam rasa
Tak menyatu dalam raga
Kisah kasih dua hati yang tak pernah terlaksana

Kau bisikkan ku, tuk ambil dari nya
Dan ku pinta kau hal yg sama

Akankah ada sejenak waktu untuk ku ?
Untuk kita ?
Mersakan indahnya cinta
Tanpa nya, ataupun dia

Maafkan aku merusak semuanya
Namun, ini cinta
Irrasional
Tanpa logika

Semoga ini tetap abadi
Walaupun hanya dalam mimpi


READ MORE - Maaf

Saturday, 6 July 2013

Wahai Bidadari Penguasa Hati

bidadari


Disini aku sendiri
Dalam tempat ku menikmati sepi
Ku tulis sajak

Jauh, terpaut jarak...daratan, bahkan lautan yg berombak
Kau disana, aku disini...
Tak terasa 1 tahun ku nikmati sepi
Tanpa hadir mu....demi masa depan ku, dan ketika kita dalam satu selimut, nanti

Selama 5 tahun yg lalu...
Kita saling berikan cinta, rasa, luka, ataupun kecewa
Semua krn kita ada, menjalin rasa utk bertambah dewasa

Dalam Kuasa Tuhan, ku bersimpuh utk menjaga mu, yg mungkin tanpa ku, kau lumpuh

Dalam Restu Tuhan,
ku meminta utk menyatukan kita...
dalam satu rasa, raga, dan kekuatan

Dalam Nikmat Tuhan, ku bersyukur....
atas nikmat cinta yg diberikan melalui mu, yg setia menemani ku
Hmmhh, semoga aku tak kufur

Dari kesemuanya terasa indah...
Melalui mata mu, ketika dulu kau melambai pada ku
Kan ku tunjukan perintah Tuhan, Sang Penguasa cakrawala
Diamlah, tunggu....buka tangan mu
Utk menanti dan menyambut tangan ku

Dalam Nikmat Tuhan, ku bersyukur....
atas nikmat cinta yg diberikan melalui mu, yg setia menemani ku
Hmmhh, semoga aku tak kufur

Dari kesemuanya terasa indah...

Entah sampai kapan rasa ini bertahan
Entah sampai pelaminan atau berakhir dalam angan
Tak usah diragukan, semoga semua tetap bisa dinantikan
Kalaupun hanya dalam angan, pasti ada yg lain, dan Tuhan pasti menyiapkan

Dan,
Itu semua akan tetap dalam bayang, terkenang sepanjang jalan
Dalam hidup ku nanti, yg entah berakhir kapan
Terima kasih, wahai bidadari penguasa hati........


READ MORE - Wahai Bidadari Penguasa Hati

Thursday, 4 July 2013

Sajak Jangan Habiskan

sajakjanganhabiskan

Kawan, jangan habiskan air mata menangisi seseorang
yang jangan-jangan tidak pernah menangis untuk kita
Jangan habiskan waktu memikirkan seseorang
yang boleh jadi tidak pernah memikirkan kita

Hidup ini memang kadang ganjil sekali,
Ada milyaran orang, tapi kita menambatkan hati
Ada berjuta kesempatan, tapi kita memilih satu saja

Hidup ini memang kadang rumit sekali,
Ada banyak hari esok, tapi kita tidak beranjak
Terlalu banyak hari kemarin, tapi kita terus terbenam

Aduhai, hidup ini memang kadang menyebalkan sekali,
Ada begitu banyak tempat, tapi kita masih di situ-situ saja
Ada begitu banyak pilihan kendaraan, tapi kita tidak segera naik
Masih saja di sana. Menatap kosong kesibukan sekitar.

Sungguh, jangan habiskan waktu kita
Untuk seseorang yang tidak pernah tahu
Bahwa kita menghabiskan waktu demi dia.



Tere Liye


READ MORE - Sajak Jangan Habiskan

Wednesday, 19 June 2013

Beginilah Rindu Ku Bakukan

dear you

1. Rindu adalah perjalanan tertunda, terentang sebagai kesatuan harapan dan keterpisahan. Di matamu, ingin kuberhenti. Seketika? Bukan. Rindu bermula dari serpih getar untuk saling berharap: kita bertemu di satu titik penyatuan. Semuanya tertulis jelas di air mukaku; rindu ini mengurai segala tentangmu. Kapan pun, di mana pun, kamu memenuhi detikku.

2. Kamu adalah baris pertama dari setiap alinea yang di dalamnya selalu menyebut kata 'rindu'.

3. Sepertinya, jarak membuat rindu jadi makin berarti.

4. Kadang, cuma butuh satu helaan napas panjang buat menyudahi penat hari ini sambil membayangkan sepotong senyumanmu.

5. Lelah, akhirnya. Hanya ada getar lemah yang tersiksa. Seterusnya adalah kata-kata tak juga berwujud sapa. Aku akan menerima, jika ini memang rindu tak bersambut nyata.

6. Sungguh beruntung! Ada kamu yang menghadirkan sepotong sapa dan sekelebat senyum dalam jarak. Menemaniku dalam diam, dan... dalam damba tak bersyarat.

7. Mendengar renyah sapamu dalam ruang dan jarak yang menyekat tatap, telah cukup untuk menepikan lelahku.

8. Meski hanya menempias pada getar lemah belaka, setidaknya aku percaya: masih ada kepingan rindu yang kujaga, untukmu-bukan siapa-siapa.

9. Rindu itu kamu. Rindu itu sunyi. Cuma kamu yang bisa meramaikannya. Rindu itu api. Cuma kamu yang bisa memadamkannya. Rinduku semena-mena. Begitu terantuk di matamu, tak mau lari ke mana-mana. Rinduku itu haus dan lapar. Cuma sentuhan bibirmu yang bisa memuaskannya.

10. Ditengah keramaian, aku merasa sepi. Tapi aku tak kedinginan; senyumanmu senantiasa menyala dalam diriku. Menghangatkanku dengan rindu.

11. Menjadikanmu selalu ada dan tetap dekat meskipun hanya jauhmu yang kurengkuh.

12. Tak jera! Kugelitik kenanganmu untuk bangkit lagi dari bejananya. Dan tiba-tiba, memenuhi ruang pengharapanmu.

13. Dalam rentang jarak, hanya hati kita yang masih bisa saling menyapa, saling mendoakan, "Aku selalu merindukanmu, sayangku," bisik hatiku lirih padamu, "semoga kamu pun begitu."

14. Jauhmu menghasut kata untuk bercerita tentangmu. Tapi mengapa justru bisu yang menutup mulutku. Kelu hingga tak mampu aku menyapamu.

15. Jarak terkadang lebih indah karena ada jeda dan memberi ruang rindu yang luas bagi hadir sang cinta nanti.

16. Membayangkannya saja membuat hadir jadi lebih terasa. Saat ini, biarlah cukup begini. Sampai nanti bertemu lagi.

17. Untuk apa membenci rasa yang membuncah. Tak peduli merindu atau sebaliknya, telan dan nikmati saja.

18. MAAF! Maaf jika aku tak di sana ketika kamu gelisah. Maaf jika aku tak punya kendali atas waktu dan jarak. Maaf untuk semua gelisah yang kau rasakan. Maaf karena diam-diam aku yang egois ini senang saat rindumu hanya untukku seorang.

19. Bercermin untuk kesekian kali. Bertanya pada bayangan diri yang makin rapuh. Berjalanku menjau, tapi kenapa justru dekatmu yang kurengkuh.

20. Dua hari berlalu. Kebisuan menjadi mahkota tanpa kemewahan yang memburamkan warna-warni rindu.

21. Untuk setiap diammu yang hadir, aku reka membayarnya dengan gelisah yang meluapkan sunyi bertubi-tubi. Hanya karena aku peduli.

22. Yang tersisa, mungkin hanya rindu yang mengulum waras logika. Ada padamu, kunanti sekaligus kubenci.

23. Masihku di sini - sendiri. Menurut bilur-bilur rindu yang tertinggal. Ada padamu, pasti! Dan kuingkari.

24. Aku akan menghirup rindu lewat embusan napasmu dari kejauhan, hingga kupeluk hadirmu dalam dekat... dan satu dalam lekat.

25. Rindu kesumat. Merajalela di batas angkuh yang mengunci bibir untuk bertanya tentangmu. Apakah kau mencecap rasa yang sama? Andai saja.

26. Bahkan, dalam pekatnya malam, larik-larik senyumanmu menjelma lukisan terang yang memenuhi bejana kegelisahanku. Bagaimana mungkin aku mampu beranjak pergi?

27. Sapamu di telepon menjadi kejutan yang taj terduga-duga. Dan sepanjang sisa hari ini, hidupku jadi berjudul 'bahagia'.

28. Nyata atau semu, tak mau ku tahu. Aku hanya ingin menikmati syahdunya rindu menguras warasku, malam ini. Itu saja!.

29. Meredam kata-kata. Kusapih rindu untuk sementara. Mengendapkannya dalam diam, menunggu perjumpaan merunut nyata. Lalu, mmenumpahkannya tanpa sisa.

30. Bertahan dalam diam. Membiarkan rindu memungut indah dalam kesakitannya. Aku rela.

31. Lebih karena mencintai adalah karunia, aku pun memutuskan untuk tidak mengacuhkan seribu tanya mengapa kemudian memilihmu. Toh tak ada jawaban yang tepat untuk setiap langkah kakiku yang merindu pulang menuju dirimu. Juga tak ada alasan yang pasti mengapa aku selalu ingin rebah manja di dadamu. Sudah lama aku berhenti bertanya, berhenti menjawab. Karena semua itu hanya akan membuatku meragu.

32. Rindu yang tertanam, bukan pura-pura. Tinggal tunggu waktu saja meluapkannya tanpa sisa, di dekatmu.

33. Entah sudah berapa ratus titik di pipimu yang kucium; mengeratkan rindu dan kenangan dalam kemegahan perasaan. Lekang!

34. Di sini, aku melibas rindu yang kau tinggalkan. Dalam debar hasrat yang yang putus-putus menyebut namamu.

35. Rindu ini telah menyangderaku. Menjadikanku tahanan di taman cinta.

36. Rindu dan kamu itu seperti angin. Tak bisa kulihat, tapi kurasakan kehangatan juga kegelisahannya.

37. Bersandar pada rapuhnya kesendirian. Menilas lagi kepak sayap menjamu yang membatu dalam cetak biru kenangan. Aku rindu, sialan.

38. Kutitipkan kecup manja di sudut pipimu. Cuma itu yang kumampu.

39. Semestinya kupecahkan saja rindu ini dengan kepala tengadah. Membuncahkannya di beranda hatimu, tanpa malu-malu.

40. Membunuh rindu jelas bukan pilihan. Sama saja memutuskan jembatan menuju kebahagiaan bersamamu.

41. Hari ini kudengar dari bibirmu. Menaklukkanku dengan cinta yang denyutnya mendayu-dayu.

42. Tolong datang padaku. Selimuti aku dengan baju pengharapanmu. Rinduku telah begitu panjang.

43. Luka rindu ini mulai memanen kesakitan di setiap incinya.

44. Menjaring rindu. Satu-satunya jalan yang kupilih untuk tetap bersamamu. Dalam dekat, juga jarak.

45. Lagi. Ketika dia, menegahi langit, ketika kosong hati meliat raga dan pikiran, rindu itu menggugat lagi.

46. Rindu itu mendingin es dan memanas api. Silih berganti, mempermainkanku.

47. Karena kata hanya perantara, tak bisa seutuhnya. Biarkan rasa yang bicara dari kedalamannya, detik ini. Masih. Rindu ini, untukmu.

48. Biarkan rasa menjadi tuan di negeri sendiri. Menjadikanmu rindu di setiap pahatan tanahnya.

49. Tertusuk rindu. Dadaku tersendat. Terengah merapal namamu. Menghela bisu.

50. Cukup rasakan hadirnya, di mana pun kamu berada. Mendekap jauhmu dalam dekat.

51. Ada yang hilang. Sejauh berlari, muara pikiran tak juga menjauh. Mengisap rindu seperti lintah. Haus terpuaskan ketika berdarah.

52. Déjà vu. Setiap kali kusesap cawan rasamu. Manis pahit dalam satu rindu.

53. Teringkus hampa. Kupilah pongah yang mengikut-serta dalam larik-larik rinduku. Maafkan, ini salahku.

54. Labirin hatimu selalu membawaku kembali ke tempat saat kita bermula; jatuh cinta.

55. Sapamu itu masih membungkam seribu. Tak berkutik, tersudutku ke tepi duniamu. Mengapa jarak yang kau bentangkan begitu jauh. Bahkan untuk menyentuh jari manismu saja aku kelelahan.

56. Setiap kata yang tertulis, terasa melempuhkan jemari. Beban rindu itu memanas api dan membakar keangkuhan.

57. Aku telah jatuh menelan rindu ini. Terlalu sakit, memang. Tapi aku tak jera untuk terus berada dalam jerat kesakitan ini.

58. Tanpa awal dan akhiran: rindu ini, milikmu saja.

59. Aku bersyukur kehilangan. Menancapkan arti hadirmu lebih berarti. Dan rinduku pun kian tak terperi.

60. Bahkan pada gerimis aku mengemis: "Teruslah menangis! Derai air matamu menyulam luka rinduku.

61. Terasing di negerimu. Aku! Terosok dalam puing rindumu. Aku! Janganlah beku! Sekian sentimeter lagi jemari kita tinggal menunggu waktu untuk saling menggenggam rasa itu. Janganlah ragu! Rindu ini masih, milikmu.

rindu
62. Bergetar membayangkan. Bertemu? Aku tak punya kendali mengatakannya. Hanya ada api rindu, selebihnya udara beku.

63. Kau tahu apa yang aku cium sekarang? Kerinduan. Kau tahu apa yang aku inginkan sekarang? Menunggu hadirmu. Membayangkannya saja sudah membuat jantungku berdegub kencang. Seperti ada sejuta genderang ditabuh dalam diriku. Ingar-bingar suaranya, semuanya menyerukan namamu. Jadi, jujurlah padaku sekali ini, Sayang; kapan kau akan datang?

64. Belum selesai juga aku membacamu. Membolak-balik halaman tentang rahasia-rahasia yang kau bisikkan padaku di malam itu, juga lelucon-lelucon konyol dalam cengkrama kita. Belum puas aku membacamu. Tak ingin aku menemukan kata 'tamat' di akhir buku tentangmu. Kau kubaca lagi; kali ini dengan rindu.


Moammar Emka

READ MORE - Beginilah Rindu Ku Bakukan

Sunday, 9 June 2013

Sesuatu yang ku sebut kenangan

kenangan

Ada yang masih melekat dan kubiarkan teramat dekat dengan benak,
sesuatu yang kusebut kenangan .
Dan Aku pun membuka kembali kenangan tentangmu sambil berusaha tersenyum,
dan ini adalah salah satu usaha ku melepas pergi kenangan buruk dengan cara yang baik .

Walau pada akhirnya justru rindu yang kembali akrab dengan air mata ..

Mungkin ini hanya Ingatan tentangmu yang tanpa sengaja kembali,
atau mungkin aku yang sengaja menghadirkanmu lagi tanpa kusadari ..


READ MORE - Sesuatu yang ku sebut kenangan

Friday, 7 June 2013

Cinta itu adalah

cinta


Cinta itu adalah
Ketika kita selalu mengingat seseorang,
tapi seseorang itu sama sekali tidak mengingat kita
Kita tetap selalu yakin atas cinta kita

Cinta itu adalah
Ketika kita selalu menjadi yang pertama peduli
selalu menjadi orang terakhir yang menyerah
Meski seseorang tersebut tidak tahu
Kita tetap selalu yakin atas cinta kita
Tidak berkurang walau sejengkal

Cinta itu adalah
ketika kita mengorbankan apapun milik kita
Tanpa berharap seseorang akan membalasnya
Kita tetap bersedia melakukannya
Tidak berkurang rasa cintanya

Cinta itu adalah
Ketika kita selalu lirih menyebut namanya dalam doa
Meski seseorang itu sedang tidur, jauh, bahkan tidak menyadarinya
Kita tetap berharap yang terbaik
Tidak berkurang keyakinan kita

Itulah cinta yang sejati
Tidak perlu jauh-jauh mencarinya
Cinta seperti ini ada pada Ibu kita
Baca ulang sajak ini dari awal, sambil membayangkan Ibu kita
semoga paham hakikat cinta yang baik.

Tere Liye

READ MORE - Cinta itu adalah

Saturday, 25 May 2013

Kekosongan Hati

galau

Dipelupuk pagi yang kelabu..
Disitu aku terpaku..
Merapuh hatiku, karena ulahmu yang lalu..
Namun waktu berlalu bersama kepiluan hatiku..
Dan tanpamu, aku resah dan gelisah..
Menanti dalam kebisuan waktu..
Dan dalam ketiadaan titik temu..
Merayu..

Aku pada deru angin lalu..
Tapi tetap menyemu..
Kini kosong hatiku..
Seperti tiada nadi-nadi kehidupan lagi..
Karena benih-benih cinta itu tlah lama mati..
Dan adakah nanti ku dapati yang baru?
Entahlah..

Aku hanya bosan dengan kekosangan hati ini

READ MORE - Kekosongan Hati

Tanya Jawabku

tanya jawabku

Apa arti senyum ini?
Bila nyatanya hati ku menangis pilu?
Apa artinya tawa ini?
Bila air mataku tlah mengering kerontang?

Adakah jawab ditanyaku?
Akan hati yang masih merindu..
Atau adakah tanya yang ku jawab?
Bila akhirnya ku masih merasa resah karena mu..

Kemarin kau benar ada disini..
Bahkan nyata, ku dengar suaramu..
Namun kini semua seperti angin..
Berlalu tanpa ku sadari..

Dimana lagi ku harus mencari arti sebuah rasa?
Bila yang ada hanya dawai-dawai kesemuan..
Ataukah pada rintik hujan ku harus menjelajah?
Agar terjawab nyata..
Atau mungkin pada kilat yang sedang mencambuk bumi?
Karena inginkan sebuah bukti..

Sungguh aku tak pahami..
Mengapa jalan ku begitu terjal?
Hingga kadang tak ku sadari..
Bahwa akulah yang tertinggal..

Maka sudahi saja pengembaraan cinta ini..
Bila akhirnya tak juga ku dapati nyatamu..
Karena aku tlah menyerah..
Bersama malam yang membisu

by. Nur Qayyimah Al Bugizi

READ MORE - Tanya Jawabku

Thursday, 16 May 2013

Lepaskanlah

Lepaskanlah

Lepaskanlah, maka semoga yang lebih baik akan datang.
Lepaskanlah, maka semoga suasana hati akan lebih ringan.
Lepaskanlah, maka semoga kita menyadari tidak ada sesuatu yang sesungguhnya kita miliki.

Kemampuan melepaskan, melupakan, membiarkan
atau apapun orang menyebutnya adalah salah-satu akar penting dari pohon kehidupan.

Jangan dipaksakan, jangan digigit terus, lepaskanlah.
Maka biarkan pohon kehidupan kita tumbuh besar, kokoh, rimbun dan berbuah.

Apapun itu, baik kejadian menyakitkan, tindakan aniaya orang lain, pengkhianatan,
atau hal-hal kecil seperti ketinggalan bus, kehilangan buku, kaki bengkak terantuk ujung meja,
lepaskanlah.

Apapun itu, baik kehilangan seseorang yang penting,
padamnya perasaan, kekecewaan menunggu, gagal ujian,
atau hal-hal kecil seperti kehabisan menu favorit, disenggol motor, komen tidak direply,
lepaskanlah.

Jangan keukeuh dipegang buah busuknya.
Jangan ngotot disimpan bisul kejadian tersebut di hati, lepaskanlah,
maka kita akan melihat kesempatan baru, penjelasan baru, atau sekadar kesegaran suasana baru.

Lepaskanlah, maka semoga yang lebih baik akan datang.
Lepaskanlah, maka semoga suasana hati akan lebih ringan.
Lepaskanlah, maka semoga kita menyadari tidak ada sesuatu yang sesungguhnya kita miliki.

by. Tere Liye


READ MORE - Lepaskanlah

Wednesday, 8 May 2013

Saya Kira Begitu

sedih

Saya kira, burung tak punya rasa sedih,
Karena nampaknya, mereka selalu bisa terbang,
Kapanpun mereka mau

Saya kira, ikan tak punya rasa sesal,
Karena nampaknya, mereka selalu bisa berenang,
Kapanpun mereka ingin

Karena manusia,
Kadang saat sedih, sering saat sesal
Mereka jadi berhenti makan, berhenti mandi,
Bahkan berhenti berpikir sebagai manusia

Aih, saya kira, cacing juga tak punya rasa sesak
Karena nampaknya, mereka selalu bisa menggali tanah
Kapanpun mereka maju

Juga ayam jago, tak punya rasa kecewa
Karena nampaknya, setiap pagi dia selalu berkokok
Kapanpun, hari apapun, mau apapun

Karena manusia,
Kadang saat sesak, sering saat kecewa
Mereka jadi berhenti maju, nggak move on, malas bangun pagi
Bahkan kepengin hari menjadi berhenti baginya

Mungkin begitu
Mungkin juga tidak demikian

Tere Liye


READ MORE - Saya Kira Begitu

Monday, 29 April 2013

Potongan Mimpi

potongan mimpi

Patah tangkai merah
Detik terhenti berdetak

Rumpang cerita pada naskah bertajuk cinta
Menyisakan lorong kosong nan gulita
Tempat terperangkap hati pada satu rasa
Sehilir cinta yang sederhana

Sengaja,
Kulupakan bahwa kehidupan adalah nyata
Demi lebur bersama mimpi asmara
Bercumbu, tanpa selimut dosa

Patah tangkai merah
Namun air akan tetap mengalir
Tidak akan mampu kutahan waktu

Menghentikan rotasi yang mengejar hari
Pagi tetap datang, membuka paksa mata
Menyeretku kembali ke dunia nyata

Berharap dapat ku putar kembali waktu
Hanya untuk mengambil separuh hati yang tertinggal
Sejauh apapun aku akan sanggup berlayar
Namun aku tidak tau dimana singgasana mimpi yang pernah ku tapaki

Hingga kini tidak lagi pernah ku jumpa
Cinta dalam siluet potongan mimpi seperti yang lalu
Tidak mungkin ada sejarah yang terulang
Maka, akan ku tulis cinta baru diatas kanvas nyataku 

By. Annisa



READ MORE - Potongan Mimpi

Tuesday, 26 February 2013

Caraku Mencintaimu

carakumencintaimu


Aku disini yang mengagumimu  , memperhatikanmu dari jauh , 
dan aku seseorang yang pernah singgah dihatimu 
jauh sebelum kekasihmu merenggut kamu dariku.

Mungkin , kau membenciku ...
Karna sampai detik ini aku masih menyayangimu , tapi aku sadar kamu miliknya.
Takkan aku usik kamu dan kekasihmu , 
memperhatikanmu dari jauh itulah caraku menyayangimu , 
setidaknya aku tau bahwa kau baik-baik saja dan bahagia dengan kekasihmu ...

Meski kau enggan mengenalku lagi , 
ntah apa yg dikatakan kekasihmu tentangku padamu .. 
Tapi , ku tau kau jauh sangat mengenalku ....

Doaku semoga kau bahagia tanpaku disisimu , 
aku beruntung sempat memilikimu ... 
Meski hanya sekejap , meski kita berbeda keyakinan dan usia ...

Biarkan aku tetap mencintaimu dengan caraku ...

Love u  , always in my heart RRS :')

By. noel_most


READ MORE - Caraku Mencintaimu

Thursday, 14 February 2013

Sapanya

pagi

''Selamat pagi...''
Sapanya
Dalam HENING dunia

''Selamat malam...''
Sapanya
MASIH hening
di antara cahaya yang meredup

Fajar menyingsing
Kala langit menangisi dirinya
Ia yang mengerti
hanya mampu MENDENGARKAN

Rintik peluh sang bidadari
Menuntun surya
'TUK merangkak naik
dan membuka tirai langit

MENYAPA ia
Pada setiap sayap-sayap langit
yang menaburkan cermin halus
dan melayangkan langit

Di batas birunya horizon
hadir KEDAMAIAN cinta
tuk setiap sapanya...

Sebab...
HENING MASIH MENDENGARKAN 'TUK MENYAPA KEDAMAIAN


 


READ MORE - Sapanya

Friday, 8 February 2013

Bunga di Tepi Jalan

bunga


Aku belajar darimu..
Bahwa ketika pagi kau tak perlu meneriakkan pagi..
Karena
Tanpa kau berteriak pagi akan tetap pagi
Cukup diam dan rasakan..
Bagaimanapun kau tetap tahu..

Aku belajar darimu..
Tentang membiarkan mawar indah itu tumbuh di tepi jalan..
"bukannkah kau tetap bisa melihatnya tanpa kau pindahkan ia ke potmu?"
Begitu katamu.

Aku belajar darimu..
Bagaimana melonggarkan genggamanku..
"Jangan terlalu kencang menggenggam, atau durinya akan melukai tanganmu."
Begitu katamu..

Aku belajar darimu..
Tentang tersenyum saat sesuatu yang kau inginkan pergi..
"Kau ingin melihat mawar itu tumbuh baik bukan?
Nah, lihat! ia tumbuh baik di tangan pemilik barunya. bukankah sama saja?"
Begitu katamu..

Aku belajar darimu..
Tentang memaafkan..
Tentang tersenyum saat terluka..
"Ketika kau sakit, jangan bersikap seperti seorang yang sakit. jika tidak, kau tak akan pernah sembuh."
Begitu katamu..

Tapi..
Aku tak ingin mendengarkanmu, kini..
Aku tengah menunggu mawar itu dibuang..
Lalu biarkan aku memungutnya..



READ MORE - Bunga di Tepi Jalan

Thursday, 7 February 2013

Biarkan Aku Berfikir Sejenak

sendiri

Biarkan aku berfikir sejenak,
Tinggalkan aku di sini sendiri,
Lupakan semua cerita yang tak pasti,
Aku lelah dan tak mengerti,
Maaf ku harus pergi.

Lepaskan semua belenggu derita ini,
Ku tak sanggup hidup dalam ketidakpastian hampanya fatamorgana,
Kau maya,
Kau tak nyata.
Ku tak kuasa.
Kita takkan mungkin bisa bersama.

Tinggalkan aku dengan semua kenangan yang pernah indah ini,
Hancurkan semua ikatan kawat berduri,
Ini terlalu perih.
Suaraku tlah habis, merintih.
Bukan karena ku pasrah,
Tapi ku lelah,
Berteriak - menangis,
Terhujamkan oleh tajamnya rasa ini.

Karanglah sebuah cerita baru untukku, bukakan mataku,
Buatlahlah aku membencimu,
Biarkanlah ku melupakan rasa itu,
Kini ku tak mampu.
Ini terlalu sendu, tak dapat ku biarkan ini berlalu,
Aku terlalu mencintaimu.

Cinta,
Hmmm suatu rasa yang benar-benar tak ku suka,
Namun kau buatku mengatakannya, merasakannya,
Dan buatku kian membencinya,
Namun ku tetap tak bisa membencimu.

Waktu trus berlalu,
Ku masih tetap aku yang dulu,
Bocah ingusan yang penuh dengan rasa takut.
Cinta adalah hantuku,
Dan hantu tak pernah ku anggap nyata,
Maka cinta adalah maya,
Dan kau pun maya,
Namun ku merasakanmu ada.....di sini,
Di setiap tempat, di semua waktuku,
Apakah kau nyata ataukah hanya sekedar halusinasiku saja?
Terlalu indah, namun menyakitkan.
Bercahaya cerah, namun sinarmu membutakan.
Rasa ini sungguh mempermainkanku,
Ku terpojok di sudut diam memori.

Diamkan fikiranku sesaat,
Ku tak sanggup menerima serbuan-serbuan kenangan,
Semua tentangmu menyerangku.

Aku tau rasa ini tak palsu,
Namun ku tak mampu beradu.
Aku terlalu kaku,
Bagai patung kokoh yang tak dapat bergerak, hanya berdiri tegak, terdiam,
Berpura-pura kuat namun tak mampu bertindak,
Terasa akan meledak,
Telak......kau pukul di dadaku.

Mataku sayu,
Nafasku kini berat,
Dan kau tlah pergi tinggalkanku.

Biarkan aku berfikir sejenak,
Sepanjang aku mampu,
Dan panjangnya tulisan ini takkan mampu menyamai panjangnya fikiranku,
Semestapun tak cukup mampu menampung kecilnya diriku.

Sel-sel fikiran yang tak terlihat,
Memori-memori masa silam yang terlihat entah dimana adanya.
Bukan di depan mata atau di belakang bayangan.
Dia takkan pernah ada dalam selimut kekosongan.
Bayangan maya yang terus menghantuiku,
Diapun kosong dan tak nyata,
Namun besar dan berlubang,
Membuat sebuah pintu sempurna menuju semua cerita yang pernah ada.

Biarkan ku berfikir sejenak,
Biarkan ku mengerti arti sebuah kata, makna sebuah cerita,
Perjalanan panjang hidup ini.
Yang ku mengerti hanyalah kosong,
Semua itu bolong,
Seperti hatiku yang telah tertusuk - tercabut.

Dunia adalah kosong,
Bentuk yang sama dengan lambang kehampaan itu.
Namun dia miliki semuanya,
Mencakup seluruh arti segala makna.
Terlalu rumit,
Fikiranku terlalu sempit,
Akupun tak mampu merakit.
Tapi terimakasih Ya Allah,
Kau telah hidupkan aku,
Berikan aku tubuh ini,
Menghiasinya dengan akal fikiran, hati dan perasaan.

Alhamdulillah - apakah aku dapat terus mengucapkannya?

Biarkan aku berfikir sejenak,
Apakah aku harus terus terlarut dengan buaian rasa yang tak menentu ini?
Apakah ini indahnya cerita?
Apakah ini cinta yang kata mereka indah?
Tapi mengapa begini?

Hmmm,
Terlalu lelah,
Biarkan ku sendiri.
Satu yang hanya ku tahu,
Semua kosong,
tiada yang abadi - tiada yang sempurna.
Berfikir dan berfikir lagi.
Ku ingin berdzikir.

by. ???????


READ MORE - Biarkan Aku Berfikir Sejenak

Wednesday, 6 February 2013

Suatu Hal


suatuhal


Terfikir, tak terjamah
Bermain di alam luas fikiran, memutar semua fakta yang ada
Putih polos bak kertas kosong yang tak ternoda oleh tinta
Lugu, tanpa dosa
Bersinar terang menyinari malam-malam gelap bagai sang purnama
Bersih, tak tercela
Bicara, namun tak bersuara

Aku hanyalah sang pungguk yang tak terdengar di sana
Melihat, namun tak dipandang
Sebuah tinta kotor hitam tak berguna
Jahat, namun tak bersalah
Aku hanyalah korban permainan dunia
Aku hanyalah noda kecil yang tak seharusnya ada

Apakah yang ku fikirkan hingga berani menginginkan
Sebuah fatamorgana yang hanya akan menjadi misteri ilusi
Mata rusakku tak mampu mengetahui mana yang nyata
Namun fikiran kecilku s'lalu ingin menampung besarnya sang semesta
Lalu siapa yang harus disalahkan??
Sang Pemberi??
Ataukah aku, yang hanya bisa menerima??

Bening bak mata air di celah bebatuan
Salah melangkah, air bening itu akan memerah
Namun rasa haus ini terlalu menggebu
Hingga ku terjatuh di bebatuan itu

Tinta hitam telah dituliskan
Gerhana bulan telah memakan sang purnama
Semua kini tak putih lagi
Fikiran t'lah terasuk kotoran
Hati t'lah termakan kuman
Indahnya dunia telah membutakan
Namun suatu hal itu tetap putih di ingatan
Dia masih bersinar dengan caranya

Membunuh akal sehatku dengan rasa yang tak ingin lagi ku rasa
Menghancurkan karakterku
Menyingkirkan semua kenyataan yang ada
Tentang siapa aku dan apakah hal itu
Ada, tetapi tak nyata
Nyata, namun tak ku mengerti
Dimengerti, tapi tak mampu ku pandangi

Ada, nyata dan kumengerti
Namun semua hanya sia-sia
Suatu hal yang tak dapat ku miliki

Manusia hanya bisa berharap
Dan aku t'lah lelah mengharap bulan
Terlalu tinggi, terlalu jauh dari pendangan

Aku tak mampu membiarkan air segar terbuang begitu saja
Dan aku tak sanggup membiarkan kertas polos yang tak tercoret
Selalu ada rasa ingin mengisinya.....
Dengan semua tulisan yang ada di fikiranku

Aku tak mengerti apa yang ku inginkan
Aku tak tahu tentang apa yang sekarang sedang ku tuliskan
Apakah tentang sesuatu ataukah seseorang
Yang ku tahu, yang ku kenal....
Hanyalah semua coretan yang ada di kepalaku

Terbaca, namun tak tertuliskan
Terdengar, namun tak dapat diucapkan lagi
Terlihat, namun tak dapat digambarkan
Aku hanyalah seorang yang tak mengerti apa yang ku cari
Tak mengerti apa yang ku fikirkan
Tak mengerti tentang....................

Kehidupan

By. ???????


READ MORE - Suatu Hal
Prev home